anak ayam
anak ayam hampiri telur. dan menaruh sayap ringkihnya untuk menghangatkan telur
dia sering mendengar keluh kesah telur, dia tau bagaimana rasanya terkurung dalam kulit lunak untuk jangka waktu tertentu
“aku tau menjadi kamu, karena aku pernah menjadi telur”
“lalu bagaimana caranya aku keluar?”
“nanti ada saatnya kamu akan keluar, bersabarlah. tapi jika kamu tidak kuat, berbicarahlah padaku. karena sebelumnya tidak pernah ada yang mau menemaniku seperti aku menemanimu”
“anak ayam, kau sungguh baik!!”
pembicaraan yang dilakukan diantara para itik tentu tidak dimengerti oleh mereka. dan para itik melihat dengan sinis, dan mengajak anak ayam untuk menjadi seperti mereka. ditolak? tentu tidak. karena jauh didalam lubuk hatinya menjdi itik adalah impiannya
“anak ayam..oh anak ayam…dimana dirimu???”
“anak ayam???” dan telur merasa bahwa tidak pernah ada anak ayam yang seperti “anak ayam”