sedetik diam berpikir
banyak yang bertanya, "hei apa ini ceritaku?". dan saya hanya menjawab "bisa ya, bisa tidak".
apa saya terinspirasi langsung? atau terbuka perasaan karena mengalami perasaan yang sama sehingga bisa membuat sesuatu sesuai keinginan saya?
bimbang, pedih, suka, bingung, rindu, dan sebagainya..manusiawi bukan?
tapi jika pada orang yang salah, apa masih bisa disebut manusiawi?
diam
kemudian kapan akan menyadari bahwa itu salah? bukankah yang salah itu selalu menyenangkan? buktinya adam dan hawa turun ke bumi karena katanya buah kuldi itu enak, walau ia tau bahwa itu salah.
kenapa penyesalan selalu datang di akhir cerita?
sebuah pertanyaan klise mendarat tepat saat saya bangun. berpikir kemudian merenungkan pertanyaan tersebut
ahh..bukankah kita akan tahu sebuah penyesalan setelah semuanya berakhir?
hentikan waktu untuk sedetik berpikir
mungkin itu yang paling saya butuhkan sekarang