kata orang, tuhan tidak suka semua yang berlebihan. harta, berat badan, benci bahkan perasaan sayang
ketergantungan membuat orang tercekik pelan-pelan tanpa pernah berusaha untuk melepaskan tali yang mengikat erat itu. dia bisa membuatmu menggantungkan hidup padanya dan dengan seketika melepaskan mu begitu saja tanpa pemberitahuan lebih dulu
itu yang terjadi pada saya..
dan keremangan malam,bunyi jalanan, asap kendaraan, kenek brengsek dan teman terbaik yang jadi saksi perjalanan saya. menembus ruang dan waktu terajaib yang pernah saya lalui
berlari di masa depan dan kemudian berputar di masa lalu
menyenangkan? ya..sedikit
ada perasaan ganjil dalam dirinya saya untuk bisa menerima perjalan itu. agak aneh mengingat perjalan ini dilakukan dengan melewati hutan, gurun dan dasar laut. dan otak udang saya berpikir, “jangan2 ini yang telah saya impikan? sebuah tantangan mengenal dunia primitif!”. sebuah dunia yang sarat asa berlebihan. semua hal yang sederhana diagungkan, dan berlebihan dianggap jelmaan setan..seperti kamu!
mengapa tidak takut? mengapa tidak cemas? mengapa bisa mengatasi iini dengan kepala dingin dan seolah tidak pernah terjadi apa-apa? aahhh…mungkin memang itu yg saya tunggu? mungkin memang telah diprediksi? mungkin memang ini sudah ditakdirkan? aahhh…spekulasi!!!
lagi-lagi kepala ini senang membuat delusi pikiran. menjebak ke dalam kotak yang sudah direncanakan, menutup mata pada realita, membentuk pola pikir (cuci otak lebih tepatnya) dan menutup semua jalan untuk keluar.dan anda terjebak selamanya di tempat itu..
tidak, kamu sekarat!! lihat goresan panjang itu.., kata putih.
terlalu banyak menggunakan penahan nyeri bisa membuat orang bisa tdk mengenal sakit sama sekali. dan saat dia sudah tau luka itu, semua sudah terlambat karena telah infeksi dan busuk. sekarang tinggal menunggu ajal dan diam..
itulah kisah perjalan saya